Rabu, 05 Juli 2017

Khayalan

Aku ingin menjadi embun di pagimu
Ingin menjadi terik di siang'mu
Ingin menjadi senja di sore'mu
Dan ingin menjadi bintang di dingin malam'mu
Namun itu semua adalah angan, yang tersirat di setiap doa2'ku..
Dan ku berharap kaupun begitu
Meski tak mampu mengukir indah senyum'mu seindah pelangi
Tapi kupastikan tak akan ku guratkan tangis di mata indahmu
Aku tahu kau tak bisa ku rengkuh
Aku sadar langkahku terlalu berat ku kayuh
Aku juga paham, hatimu sudah tak mampu ku sentuh
Walau semenit saja
Walau sekejap mata

Jumat, 31 Maret 2017

Cukup Aku Yang Tahu

Kamu adalah nada tanpa suara
Kamu adalah kata yang tak terbaca
Kamu adalah terang tanpa cahaya
Kamu adalah jawaban tanpa pertanyaan
Kamu adalah......... Misteri yang tak terurai

Banyak waktu ku buang sia2 hanya mencari makna itu

Lemah kakiku menjejak
Lelah kakiku menapak
Mencoba sembunyi agar tak nampak

Tapi aku tak ingin kau tahu
Agar tak merusak kebahagiaanmu


Jumat, 17 Maret 2017

DilemA

Bagimu sang pemuja keindahan
Bagimu sang pemuja kesetiaan
Bagimu sang pemuja kasih sayang

Lemah tanpa naungan cinta
Melunglai tanpa kehadirannya
Bersimpuh mengiba

Tersungging senyum kala mendamba
Tergelak tawa kala bersama
Teriak tangis kala terluka

Merengek meminta sudah hal biasa
Acuh membuang muka menghadirkan tanya
Kenapa.???

Hanya berkilah saat muncul masalah
Saling mengadu rasa amarah
Dan akhirnya hanya mampu berserah
Dia atau aku yang salah..

Jumat, 24 Februari 2017

Bukan Takdirku

Entah..
Diamku beribu arti
Teriak'ku sejuta makna
Hilang berbekas memory yang hanya bisa dipahami olehku sendiri

Tertatih diantara kepingan cermin yang terserak
Menggores ditiap langkah
Mencoba menunduk mengusap tiap tetesan darahnya
Tak mampu menghapus rasa perih yang dirasa

Samar terlihat pantulan wajah yang kusam
Tak kukenali meski begitu dekat aku manatapnya
Terserak antara guratan2 airmata yang menetes pelan
Pelan..semakin deras..semakin dan semakin deras

Jauh kukejar harapan yang sempat ku genggam
Semakin samar tertutup kabut
Dan akhirnya sirna

Kutundukkan lagi wajahku
Semakin dekat diantara puing cermin tadi
Semakin tak kukenali wajah yang tampak

Sementara kabut semakin tebal
Benar2 merebutmu dari genggamanku
Meninggalkan sepenggal cerita yang belum selesai kutuangkan dalam imajinasiku

*belum bisa berdamai dengan masa lalu